Pengertian Mamalia Laut (Aquatic Mamals)
Mamalia akuatik serta semiakuat ialah barisan mamalia bermacam yang tinggal beberapa atau semuanya di perairan. Mereka termasuk juga beberapa mamalia laut yang tinggal di lautan, dan beberapa spesies air tawar, seperti berang-berang Eropa. Mereka bukan takson serta tidak dipersatukan oleh pengelompokan biologis yang lain, tetapi ketergantungan serta keterikatan integral dengan ekosistem perairan. Tingkat ketergantungan pada kehidupan air benar-benar beragam antara spesies. Antara taksa air tawar, manatee Amazon serta lumba-lumba sungai seutuhnya akuatik serta seutuhnya tergantung pada ekosistem akuatik. Taksonomi air tawar semi-statis mencakup anjing laut Baikal, yang memberikan makan di bawah air tapi istirahat, bertukar kulit, serta bertumbuh biak di darat; serta capybara serta kuda nil yang dapat keluar masuk air untuk cari makanan.
Penyesuaian mamalia dengan pola hidup akuatik benar-benar beragam antar spesies. Lumba-lumba serta manatee sungai seutuhnya akuatik serta karena itu ditambatkan seutuhnya ke kehidupan di air. Segel semiotomatis; mereka habiskan sejumlah besar waktu mereka di air, tapi perlu kembali pada darat untuk pekerjaan penting seperti kawin, bertumbuh biak, serta bertukar kulit. Sebaliknya, banyak mamalia air yang lain, seperti hippopotamus, capybara, serta shrews air, jauh kurang menyesuaikan dengan kehidupan air. Demikian pula, skema makan mereka benar-benar beragam, dimanapun dari tanaman air serta daun sampai ikan kecil serta krustasea. Mereka mainkan peranan penting dalam pelihara ekosistem perairan, khususnya berang-berang.
Mamalia akuatik ialah sasaran untuk industri komersil, yang mengakibatkan pengurangan tajam dalam semua populasi spesies yang dieksploitasi, seperti berang-berang. Kulit mereka, pas untuk melestarikan panas, diambil semasa perdagangan bulu serta dibikin jadi mantel serta topi. Mamalia akuatik yang lain, seperti badak India, jadi target pemburuan olahraga serta alami pengurangan populasi yang tajam pada 1900-an. Sesudah dibikin ilegal, banyak mamalia air jadi target pemburuan. Kecuali memburu, mamalia air bisa dibunuh untuk tangkapan sambilan dari perikanan, dimana mereka jadi terlilit dalam jaring masih serta terbenam atau kelaparan. Bertambahnya jalan raya sungai, khususnya di sungai Yangtze, mengakibatkan tabrakan di antara kapal laut cepat serta mamalia akuatik, serta penghancuran sungai bisa datangkan mamalia air bermigrasi di wilayah yang tidak pas atau menghancurkan habitat di hulu. Industrialisasi sungai mengakibatkan kemusnahan lumba-lumba sungai Cina, dengan penampakan paling akhir yang dilakukan konfirmasi di tahun 2004.
